Formaldehida mempunya densitas 1 g/m3 dan fase gas. Kelarutan
dalam air > 100 g/100 ml (20˚ C), dalam etanol, aseton, DMSO > 100
g/100ml, larut dalam eter, benzena dan pelarut organik, tidak larut dalam
kloroform.
Titik leleh - 117˚ C (156 K), titik didik – 19,3˚ C (253,9 K) .
Bentuk molekul trigonal planar, bahaya utama toksik, mudah terbakar.
Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal) merupakan senyawa
aldehida dengan rantai karbon tunggal yang mempunyai peran dalam metabolisme
rantai karbon tunggal. Formaldehida pada suhu ruangan berbentuk gas, tidak
berwarna.
Formaldehida awalnya disintesa oleh kimiawan Rusia Alexander Butlerov tahun
1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.
Formaldehid bersifat oksidasi kuat pada asam&basa, phenol dan urea.[i]
Senyawa-senyawa kimia yang berkaitan antara lain adalah asetaldehida,
benzaldehida, keton, asam karboksilat.
Formaldehida bersifat sangat reaktif. Baru-baru ini formaldehid dianggap
berperan penting pada siklus methlglyoxal yang terbentuk dari
glyseraldehydes-3-phosphate.[ii] Formaldehida
merupakan elektrofil, bisa dipakai dalam reaksi substitusi aromatik
elektrofilik dan senyawa aromatik serta bisa mengalami reaksi adisi
elektrofilik dan alkena. Karena keadaannya katalis basa, formaldehid bisa
mengalami reaksi Cannizaro menghasilkan asam format dan metanol.
Formaldehida bisa membentuk trimer siklik, 1,3,5-trioksan atau polimer
linier polioksimetilen. Formasi zat ini menjadikan tingkah laku gas
formaldehida berbeda dari hukum gas ideal, terutama dalam tekanan tinggi atau
udara dingin.
Formaldehida bisa dioksidasi oleh oksigen atmosfer menjadi asam format,
karena itu larutan formaldehida harus ditutup serta diisolasi supaya tidak
kemasukan udara.2
Formaldehida secara kimiawi bereaksi dengan molekul-molekul biologis
seperti asam amino, nukleosida, nukleotida, DNA, Protein dan membentuk ikatan
DNA-protein. Formaldehid juga dikenal sebagai mutagen dan karsinogen
Meskipun dalam udara bebas formaldehida berada dalam wujud gas, tapi bisa
larut dalam air (biasanya dijual dalam kadar larutan 37 % menggunakan merk
dagang formalin atau formol). Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi,
sedikit sekali yang ada dalam bentuk monomer H2CO. Umumnya, larutan
ini mengandung beberapa persen metanol untuk membatasi polimerisasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar